You are currently browsing the monthly archive for Februari, 2007.
14 Februari, itulah tanggal yang sepertinya sangat istimewa bagi sebagian orang yang percaya bahwa tanggal itu adalah hari valentine yang menjadi waktu untuk berkasih saying. Tetapi perlu diingat bahwa sampai saat ini tidak ada bukti sejarah, apa sebenarnya yang menjadi dasar ditentukannya tanggal 14 februari sebagai hari kasih sayang.
Banyak orang yang bilang bahwa pada tanggal 14 Februari adalah hari digantungnya santa valentine oleh penguasa dijamannya karena mempertahankan cintanya. Namun hal tersebut dibantah mentah-mentah oleh salah seorang uskup di Jakarta, dia mengatakan bahwa cerita itu tidak ada hubungannya dengan hari kasih sayang, dan dalam ajaran agamanya tidak ada yang disebut hari kasih sayang. artinya, jika selama ini banyak pemuka agama islam yang menghukumi valentine dengan kata tasabuh (menyerupai agama lain) adalah kurang tepat. Lalu bagaimana islam memandang kasih sayang dan hari kasih sayang. Read the rest of this entry »
Harus diakui ternyata popularitas KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) memang luar biasa. Segala yang berhubungan dengan dia selalu menjadi sorotan publik (jemaah), dari mulai ajaran Manajemen Qolbunya, tingkah laku, pakaian, sampai dengan logat bicaranya menjadi bahan perbincangan. Keputusannya untuk berpoligami ternyata menjadi berita besar di media-media, bahkan menjadi headline selama beberapa hari, dan selalu menjadi topik bahasan dalam infotainment, berita, talkshow, ceramah-ceramah, bahkan ada yang membuatkan sinetron sindiran.
Terus terang saja, sebelumnya saya harus mengakui bahwa saya adalah salah satu murid Aa Gym, walaupun mungkin Aa Gym tidak terlalu mengenal saya secara pribadi. Saya adalah Santri Siap Guna Daarut Tauhiid Bandung Angkatan Ke-3, dan pernah berkhidmat di Radio Manajemen Qolbu Bandung sebagai penyiar selama 3 tahun (September 2003 – Nopember 2006). Tetapi tentu saja dalam menulis artikel ini, saya akan berusaha berdiri pada posisi tengah alias netral.
Sebenarnya yang menjadi sorotan media dan masyarakat terbagi menjadi dua bagian, yang pertama adalah keputusan Aa Gym berpoligami, yang kedua adalah poligaminya itu sendiri, yang kembali menjadi topik hangat bahkan hampir memanas setelah Aa Gym Berpoligami. Jika kita membicarakan poligami, saya yakin pasti waktu kita akan habis untuk berdebat, penyebabnya adalah peserta debat tidak satu persepsi dalam memandang poligami. Mohon maaf, dalam hal ini saya akan mengupas poligami dalam persepsi saya pribadi, dan pembaca sangat boleh berbeda pendapat.
Banyak pakar mengatakan, bahwa sumber dari berbagai krisis yang terjadi di Indonesia ini adalah karena lemahnya kesadaran hukum masyarakat dan tumpulnya fungsi aparat penegak hukum. Benarkah demikian ? apakah hanya aspek hukum yang menjadi sumber krisis ?
Jika ada 1.000 orang PNS yang lulus murni
Maka saya adalah salah satunya
Jika ada 100 orang PNS yang lulus murni
Maka saya adalah salah satunya
Jika ada 10 orang PNS yang lulus murni
Maka saya adalah salah satunya
Dan jika hanya ada 1 orang PNS yang lulus murni
Harus saya tegaskan, itulah saya
Mungkin kita sudah lama mengenal idiom ini, “LULUS MURNI”, pengertiannya tidak terlalu jauh dari kata-kata pembentuknya, yaitu lulus dapat diartikan berhasil menempuh sebuah ujian, sedangkan murni dapat diartikan tidak terkontaminasi. Lulus murni sendiri dapat diartikan secara lebih gamblang, yaitu lulus menempuh ujian tanpa harus membayar sejumlah uang pelicin. Tetapi idiom ini ternyata memiliki konsekuensi logis yang cukup merugikan bangsa ini, jika ada lulus yang murni maka tentunya ada juga lulus yang tidak murni. Idealnya lulus adalah lulus, tanpa harus diembel-embeli hal-hal lain.

Komentar Terakhir