You are currently browsing the monthly archive for April 2007.
Inu Kencana (IK), itulah nama yang selalu menjadi sangat populer ketika terjadi kasus di IPDN yang dulu bernama STPDN, walaupun mungkin popularitas bukanlah tujuannya. IK adalah dosen senior IPDN yang memang selalu berani mengungkap kondisi kampus tempatnya mengajar dengan jujur dan berani, ketika anak-anak didik dan rekan kerjanya selalu melakukan Gerakan Tutup Mulut (GTM), bahkan kepada orang sekaliber Wakil Presiden Jusup Kala.
Pernyataan-pernyataan IK dimedia selalu membuat merah telinga orang-orang yang disentilnya, sehingga tidak jarang IK mendapat teror yang tidak mengenakan. Fakta mengejutkan yang diungkapnya adalah jumlah praja IPDN yang meninggal karena kekerasan bukan hanya 3 tetapi 35. Pernyataan yang cukup membuat kaget semua orang, karena ternyata nyawa menjadi sesuatu yang sangat murah di IPDN.
Tetapi ternyata kejujuran IK harus dibayar mahal, IK diberhentikan sebagai pengajar di IPDN meskipun sekarang sudah diaktifkan kembali. Sebenarnya apa yang ada dibalik ini ? apakah IK tidak dapat memberikan kesaksian dengan tetap aktif mengajar ? padahal dalam kasus ini IK bukan sebagai tersangka yang harus menjalani masa tahanan, artinya IK masih dapat melakukan aktivitas mengajarnya. Yang pasti ada unsur sentimen dari pimpinan IPDN. Read the rest of this entry »
Reformasi yang bergulir sejak akhir dekade sembilan puluhan telah membawa dampak positif bagi seluruh rakyat Indonesia, salah satunya sekarang rakyat bisa langsung memilih pemimpinnya sendiri, dari mulai presiden, gubernur sampai dengan bupati/walikota.
Selama puluhan tahun rakyat Indonesia telah terjebak kedalam rutinitas politik yang sebenarnya hasil akhirnya sudah bisa ditebak. Siapa partai pemenang pemilu dan siapa yang menjadi pemimipin sudah bisa ditebak, bahkan sebelum pemilu digelar. Namun melalui mekanisme pemilihan langsung semuanya bisa terjadi diluar perhitungan matematis, calon pemimpin yang diusung oleh partai pemenang pemilu bukan jaminan bahwa rakyat akan memilihnya juga.
Presiden SBY sudah membuktikan kehebatan sistem pemilihan langsung. Partai Demokrat, partai yang didirikannya sekaligus partai yang mengusung dirinya bukanlah partai pemenang pemilu, tetapi ia sukses menjadi presiden pertama Indonesia yang dipilih langsung oleh rakyat. Meskipun demikian, kemenangan yang diraih SBY bukanlah kemenangan mutlak, karena SBY terpilih melalui pemilihan tahap kedua, berarti ada peralihan suara rakyat dari yang semula memilih calon lain. Read the rest of this entry »
Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) kembali menelan korban jiwa. Bukan karena tanah longsor, gempa bumi, atau hujan badai, tetapi karena sistem yang tak kunjung mau berubah, walaupun konon katanya telah diubah. Cliff Muntu (madya praja IPDN), tewas ditangan seniornya sendiri, yang seharusnya lebih pantas membimbing atau membantunya dalam perkuliahan, dari pada menjadi algojo yang mencabut nyawanya.
Jika berbicara agenda reformasi, mungkin IPDN adalah salah satu yang terlupakan untuk teragendakan, padahal IPDN adalah kawah candradimukanya calon birokrat yang harus menjalankan amanat reformasi. Jika kondisinya begini, apakah mungkin terlahir birokrat reformis dari kampus yang tidak mau mereformasi dirinya ?. Read the rest of this entry »
Terkadang kita kebingungan ketika kita bertanya kepada diri kita sendiri, siapa sebenarnya kita ini. terlebih bila pertanyaan itu muncul dari orang lain. Bila kita renungkan lebih dalam, tuhan telah memberikan karunia sesuatu yang sangat berharga dan tidak dimiliki mahluk manapun disemesta ini. Sesuatu yang berharga itu adalah AKAL PIKIRAN.
Percayalah, bahwa kekuatan pikiran (mind power) yang secara selintas pernah dikenalkan DEDI CORBUZIER tidak hanya mampu membengkokan sendok, tetapi sangat mempengaruhi kehidupan manusia. Apa yang kita pikirkan tentang diri kita, maka itulah kita, tidak lebih sedikitpun. Bila kita memandang diri kita kecil, maka duniapun tidak akan lebih lebar dari sehelai daun, dampaknya tindakan kitapun akan kerdil. Sebaliknya, bila anda memandang diri anda besar, dunia akan terlihat luas, dampaknya kitapun hanya akan melakukan tindakan-tindakan yang penting dan berharga.
Sesungguhnya segala tindakan kita adalah cerminan bagaimana kita memandang diri kita sendiri. Oleh sebab itu kita harus selalu berpikiran positif terhadap diri kita sendiri, agar mampu memandang dunia dengan lebih indah dan terbuka.
Katakan BISA…!!! untuk setiap pekerjaan yang dihadapi. Katakan BISA…!!! jika kita sedang menghadapi masalah. Contoh kecil, bagi para pelajar ketika menghadapi ujian akhir, katakan BISA…!!! jangan ada keraguan, percayalah dengan ikhtiar yang optimal, anda akan BISA…!!!. sebaliknya jika belum apa-apa kita sudah menganggap bahwa ujian yang ditempuh sulit, susah, gak bisa, gak mungkin atau fesimis, percayalah KEGAGALAN sudah didekat anda.
Jangan pernah menanamkan sedikitpun pikiran negatif dikepala anda, apalagi berpikiran negatif tentang diri kita sendiri. berikut adalah contoh-contoh kecil pikiran negatif dalam kehidupan sehari-hari kita :
pertama, kita menanamkan dalam kepala kita bahwa tidur normal orang dewasa adalah 8 jam, jika kurang dari itu maka kita akan lesu. Jika pikiran itu tertanam kuat dalam kepala kita, percayalah setiap kita tidur kurang dari 8 jam, maka kita akan lesu.
kedua, kita menanamkan dalam kepala kita bahwa jika kita melakukan perjalanan jauh, maka kita akan mabuk perjalanan. Jika pikiran itu tertanam kuat dalam kepala kita, percayalah setiap kita melakukan perjalanan jauh, kita akan selalu mengalami mabuk perjalanan.
Mari kita hadapi dunia ini dengan positif mind power, janganlah takut mengahadapi kehidupan, karena sesungguhnya ketika itu kita takut menghadapi diri kita sendiri. BISA… !!!
Sebuah pepatah sederhana yang mungkin bagi sebagian orang dianggap tidak terlalu berarti. tetapi cermatilah lebih jauh, maka kita akan menemukan makna yang dalam pada pepatah ini. pepatah ini mengajarkan kita untuk menghargai arti sebuah proses, pepatah ini mengajarkan kita untuk tidak menjadi manusia yang instan.
Filosofinya sangat sederhana, kita ambil contoh kecil : tidak akan ada hamparan pantai, tanpa dimulai dari sebutir pasir. tidak akan ada gedung bertingkat, tanpa sebongkah batu pondasi. dan tidak akan ada uang 1 milyar, tanpa ada selembar uang recehan.
Tapi belakangan ini kita digiring untuk menjadi manusia yang instan, jika perlu kita bisa jadi orang kaya dalam waktu 1 hari. media masa menjadi salah satu tertuduh dalam hal ini, dengan menayangkan sinetron-sinetron irasional, seperti tayangan eksekutif muda berdasi, bermobil mewah, yang sudah memimpin perusahaan besar diusianya yang baru 20an. padahal jika kita lihat biografi orang-orang sukses di Indonesia, hampir semua dari mereka menempuhnya dengan cucuran keringat dan deraian air mata.
Adri Subono, rajanya event organizer pernah menawarkan acaranya dengan brosur murahan di mall-mall. Aa Gym pernah menjadi pedagang keliling sebelum menjadi ulama kondang. Ustadz Yusup Mansyur pernah menjadi tukang es keliling. Presiden SBY berangka kesekolah dengan berjalan kiloan meter.
perlu difahami, sesuatu yang kita raih dengan instan, maka akan lepas dari tangan kita dengan instan pula. lihat saja para peserta konter Akademi Fantasi indosiar (AFI), berapa orang dari mereka yang masih eksis sampai saat ini ? dapat dikatakan tidak ada. berapa orang dari peserta kontes Indonesian Idol (II) yang masih eksis sampai saat ini ? dapat dikatakan mereka hanya tampil diacara yang diselenggarakan oleh mereka juga ?. Tapi lihat Koes Plus, walaupun band ini sudah tidak utuh lagi, lagu-lagu mereka masih banyak dilagukan orang. lihat almarhum crihsye, yang tetap eksis sampai Alloh mencabut nyawanya di usia 57 tahun.
Untuk itu, MARI KITA MENGHARGAI PROSES HIDUP INI DENGAN IKHTIAR YANG OPTIMAL….. KITA BISA !!!

Komentar Terakhir