You are currently browsing the daily archive for April 4th, 2007.

Sebuah pepatah sederhana yang mungkin bagi sebagian orang dianggap tidak terlalu berarti. tetapi cermatilah lebih jauh, maka kita akan menemukan makna yang dalam pada pepatah ini. pepatah ini mengajarkan kita untuk menghargai arti sebuah proses, pepatah ini mengajarkan kita untuk tidak menjadi manusia yang instan.

Filosofinya sangat sederhana, kita ambil contoh kecil : tidak akan ada hamparan pantai, tanpa dimulai dari sebutir pasir. tidak akan ada gedung bertingkat, tanpa sebongkah batu pondasi. dan tidak akan ada uang 1 milyar, tanpa ada selembar uang recehan.

Tapi belakangan ini kita digiring untuk menjadi manusia yang instan, jika perlu kita bisa jadi orang kaya dalam waktu 1 hari. media masa menjadi salah satu tertuduh dalam hal ini, dengan menayangkan sinetron-sinetron irasional, seperti tayangan eksekutif muda berdasi, bermobil mewah, yang sudah memimpin perusahaan besar diusianya yang baru 20an. padahal jika kita lihat biografi orang-orang sukses di Indonesia, hampir semua dari mereka menempuhnya dengan cucuran keringat dan deraian air mata.

Adri Subono, rajanya event organizer pernah menawarkan acaranya dengan brosur murahan di mall-mall. Aa Gym pernah menjadi pedagang keliling sebelum menjadi ulama kondang. Ustadz Yusup Mansyur pernah menjadi tukang es keliling. Presiden SBY berangka kesekolah dengan berjalan kiloan meter.

perlu difahami, sesuatu yang kita raih dengan instan, maka akan lepas dari tangan kita dengan instan pula. lihat saja para peserta konter Akademi Fantasi indosiar (AFI), berapa orang dari mereka yang masih eksis sampai saat ini ? dapat dikatakan tidak ada. berapa orang dari peserta kontes Indonesian Idol (II) yang masih eksis sampai saat ini ? dapat dikatakan mereka hanya tampil diacara yang diselenggarakan oleh mereka juga ?. Tapi lihat Koes Plus, walaupun band ini sudah tidak utuh lagi, lagu-lagu mereka masih banyak dilagukan orang. lihat almarhum crihsye, yang tetap eksis sampai Alloh mencabut nyawanya di usia 57 tahun.

Untuk itu, MARI KITA MENGHARGAI PROSES HIDUP INI DENGAN IKHTIAR YANG OPTIMAL….. KITA BISA !!!

Penulis : Ummu Abdullah Al-Butoni *)
————————————————————-
pengantar ind. F.B. :
andaikata wahabi ditujukan kepada orang yang anti tahlilan, anti muludan, anti barjanjian, anti sholawatan, anti marhabaan, anti akikah dihari ke40, anti usoli, anti qunut, anti sholat hajat, anti ustadz dukun, anti jimat, anti dzikir berjamaah, anti wirid yang jumlahnya ribuan, anti muhasabah berjamaah, anti bersekutu dengan jin, MAKA SAYA ADALAH WAHABI. walaupun saya sendiri tidak pernah mengenal siapa sebenarnya Muhammad bin Abdul Wahab.

Tulisan dibawah ini cukup sama dengan pengalaman pribadi saya, yang selalu dituduh si PERSIS (ormas Persatuan Islam) padahal menginjakan kaki di masjid persis-pun baru 2 kali, itupun karena saya kesiangan jumatan. lebih parah lagi sekarang berkembang istilah wahabi, yang katanya faham yang dipopulerkan oleh Muhammad bin Abdul Wahab, yang sekali lagi saya katakan bahwa saya tidak pernah tahu nama itu sebelumnya, tapi dengan serta merta sayapun menjadi si wahabi. Read the rest of this entry »

 

April 2007
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

a

Komentar Terakhir

Satpol Sejati di SATPOL PP SEBAGAI AGEN PE…
Satpol Sejati di SATPOL PP SEBAGAI AGEN PE…
srikiti di SATPOL PP SEBAGAI AGEN PE…
Satpol Sejati di SATPOL PP SEBAGAI AGEN PE…
Satpol Sejati di SATPOL PP SEBAGAI AGEN PE…