You are currently browsing the monthly archive for Mei 2007.
Pengantar Ind. FB. :
Tulisan ini dikutip dari buletin board frienster seorang teman bernama asma, dengan sedikit pengeditan yang tidak mengubah makna intinya, bukan untuk bahan perdebatan, tapi mudah-mudahan dapat memperkaya khasanah pemikiran kita.
—————————————————————————————–
Kelahiran organisasi Boedhi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908 sesungguhnya amat tidak patut dan tidak pantas diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional, karena organisasi ini mendukung penjajahan Belanda, sama sekali tidak pernah mencita-citakan Indonesia merdeka, a-nasionalis, anti agama, dan bahkan sejumlah tokohnya merupakan anggota Freemasonry Belanda (Vritmejselareen).
Dipilihnya tanggal 20 Mei sebagai Hari Kebangkitan Nasional, sesungguhnya merupakan suatu penghinaan terhadap esensi perjuangan merebut kemerdekaan yang diawali oleh tokoh-tokoh Islam yang dilakukan oleh para penguasa sekular. Karena organisasi Syarikat Islam (SI) yang lahir terlebih dahulu dari Boedhi Oetomo (BO), yakni pada tahun 1905, yang jelas-jelas bersifat nasionalis, menentang penjajah Belanda, dan mencita-citakan Indonesia merdeka, tidak dijadikan tonggak kebangkitan nasional.
Mengapa BO yang terang-terangan antek penjajah Belanda, mendukung penjajahan Belanda atas Indonesia, a-nasionalis, tidak pernah mencita-citakan Indonesia merdeka, dan anti-agama malah dianggap sebagai tonggak kebangkitan bangsa? Ini jelas kesalahan yang teramat nyata. Read the rest of this entry »
Isu Reshufel Kabinet yang dihembuskan Presiden SBY ternyata berdampat cukup tragis bagi sejumlah menteri, tidak tanggung-tanggung 13 menteri jatuh sakit, bahkan ada yang tidak sadarkan diri dalam waktu yang cukup lama. Umur Kabinet Indonesia Bersatu baru 2,5 tahun, tetapi dalam kurun waktu tersebut sudah dilakukan 2 kali perombakan dengan sekarang.
Apakah ada dampak positif dari perombakan kabinet ? sepertinya masyarakat belum merasakannya. yang diperlukan rakyat adalah hasil yang nyata, bukan hanya gonta-ganti nama menteri yang bisanya hanya mengklaim bahwa kinerjanya meningkat, padahal buktinya nol besar. Yang pasti harga minyak goreng naik, harga beras melonjak, BBM melambung tinggi, dolar tak kunjung stabil, pilkada ricuh melulu, elit politik rebutan jabatan, lumpur lapindo tak kunjung selesai. Itulah sekelumit gambaran negeri kita tercinta yang katanya sedang mereformasi diri.
Walaupun keadaanya demikian, tentu saja kita tidak boleh bersikap fesimis apalagi apatis, mudah-mudahan selalu ada campur tangan Tuhan yang mengiringi setiap keputusan negeri ini. siapapun menteri yang terpilih untuk mengisi kabinet, kita berharap dapat berbuat optimal untuk kepentingan bangsa ini, tidak hanya menjadi Mr. Yes Boss yang bercerita yang baik-baik saja kepada presiden, atau mengumbar janji manis kepada rakyat.

Komentar Terakhir