Isu Reshufel Kabinet yang dihembuskan Presiden SBY ternyata berdampat cukup tragis bagi sejumlah menteri, tidak tanggung-tanggung 13 menteri jatuh sakit, bahkan ada yang tidak sadarkan diri dalam waktu yang cukup lama.  Umur Kabinet Indonesia Bersatu baru 2,5 tahun, tetapi dalam kurun waktu tersebut sudah dilakukan 2 kali perombakan dengan sekarang.

Apakah ada dampak positif dari perombakan kabinet ?  sepertinya masyarakat belum merasakannya.  yang diperlukan rakyat adalah hasil yang nyata, bukan hanya gonta-ganti nama menteri yang bisanya hanya mengklaim bahwa kinerjanya meningkat, padahal buktinya nol besar.  Yang pasti harga minyak goreng naik, harga beras melonjak, BBM melambung tinggi, dolar tak kunjung stabil, pilkada ricuh melulu, elit politik rebutan jabatan, lumpur lapindo tak kunjung selesai.  Itulah sekelumit gambaran negeri kita tercinta yang katanya sedang mereformasi diri.

Walaupun keadaanya demikian, tentu saja kita tidak boleh bersikap fesimis apalagi apatis, mudah-mudahan selalu ada campur tangan Tuhan yang mengiringi setiap keputusan negeri ini. siapapun menteri yang terpilih untuk mengisi kabinet, kita berharap dapat berbuat optimal untuk kepentingan bangsa ini, tidak hanya menjadi Mr. Yes Boss yang bercerita yang baik-baik saja kepada presiden, atau mengumbar janji manis kepada rakyat.