Bulan Ramadhan ini membawa saya lebih dekat dengan dengan istri saya, setidaknya waktu menemaninya menonton sinetron ramadhan AISYAH yang ditayangkan di RCTI.  Namun lambat laun saya mulai menikmati sinetron tersebut yang membawa saya pada kebiasaan lama, yaitu selalu mengomentari apa yang terjadi di sinetron sehingga terkadang membuat istri saya tergganggu  kekhusyuannya menonton sinetron.

Berawal dari hal diatas membuat saya merenung yang sampai pada tahap analisis karakter yang diperankan oleh masing-masing pemain dan juga mengerucut pada satu kesimpulan bahwa kita sebagai umat islam harus mampu membedakan mana orang bodoh dan mana orang baik.  dibawah ini saya mencoba menganalisis beberapa tokoh utama dalam sinetron tersebut.

Pak Mardi.  Tokoh yang diperankan Anwar Fuadi ini adalah seorang supir pribadi keluarga AISYAH yang mempunyai sifat baik dan setia kepada majikannya, tapi sayang Pak Mardi bukan suami yang berwibawa dimata istri dan anaknya, artinya dia tidak bisa membina keluarganya dengan baik, padahal membina keluarga adalah tugas dan kewajiban seorang suami sebagai kepala rumah tangga.

Bi Hesti.  Diperankan oleh Devi Permatasari, adalah istri Mardi yang mempunyai sifat licik dan kejam bahkan dia bisa melakukan apa saja untuk mencapai tujuannya.  Mardi yang suaminya saja tidak bisa mengendalikan dia, sehingga lebih tepat jika dia diberi gelar ISTRI DURHAKA.

Rini.  Tokoh yang diperankan oleh Raya Kohandi ini adalah seorang anak pembantu yang tidak tahu diri, mungkin karakter ini dia turuni dari ibunya.  Dia bisa mendadak seperti malaikat jika sedang ada maunya, tapi disisi lain sifat dia yang sebenarnya bisa dikatakan seperti ORANG KERASUKAN SYETAN.

Ketiga contoh karakter diatas tidak seharusnya kita contoh, dan sepertinya skenario sinetron tersebut juga mengajak kita untuk menjauhi karakter tersebut, dan sudah dapat ditebak diakhir episode pasti mereka menjadi yang akan menjadi OBJEK PENDERITA.

Sekarang sampailah kita pada tokoh utama, judulnya saja AISYAH, pastilah peran tokoh utamanyapun adalah AISYAH, yang diperankan oleh Allysa Subandono.  karakternya digambarkan begitu baik, penyabar, cerdas, tekun, ulet, terampil, pokoknya segudang sifat baik ada dalam diri AISYAH.  Tetapi jangan salah, saya agak kurang sependapat jika karakter AISYAH dikatakan karakter yang dapat dicontoh.  kembali ke judul, bahwa kita harus bisa membedakan orang bodoh dan orang baik, dengan karakter diatas AISYAH memang telah lulus ujian sebagai orang BAIK tetapi karakter AISYAH bukanlah karakter sebaik-baiknya orang baik, melainkan lebih mendekati karakter BODOH, dengan tidak bermaksud mengatakan bahwa sifat baik adalah perbuatan bodoh.

Karena AISYAH adalah sinetron ramadhan, maka saya ingin menganalisisnya dengan sedikit pengetahuan saya tentang islam.  Rosululloh SAW adalah orang baik bahkan beliau adalah sebaik-baiknya rosul, tetapi beliau bukanlah orang bodoh yang membiarkan kemunkaran didepan matanya, rosulpun beberapa kali meledeni orang-orang kafir berperang.  Rosul adalah orang penyabar, dan beliaulah sesabar-sabarnya orang sabar, tetapi sabar dalam hal ini bukan sabar dalam arti ditempeleng pipi kanan diberikan pipi kiri.  Bahkan Rosul mengajarkan, jika engkau melihat kemunkaran maka rubahlah dengan tanganmu, jika tidak mampu rubahlah dengan lisanmu (ucapan/kata-kata), dan jika tidak mampu juga rubahlah dengan hatimu, tetapi itulah selemah-lemahnya iman.  Artinya karakter AISYAH tidak patut dicontoh bukan karena sifat baiknya tetapi karena perbutannya bodohnya, yang pantas diberi gelar SELEMAH-LEMAHNYA IMAN.

Justru saya lebih tertarik dengan karakter NABIL yang diperankan oleh Dude Harlino, Nabil adalah anak muda yang mempunyai prinsip dalam hidupnya.  Dia bisa sangat baik kepada orang yang baik, dan dia bisa menjadi sangat tegas (sekali lagi tegas) terhadap orang yang berperangai buruk.  karakter seperti NABIL inilah yang pantar dicontoh dan diberi gelar orang BAIK.

Wallohu’alam bishowab.