Suatu hari seorang anak bernama Hari yang datang dari keluarga sederhana bermain bersama temannya Andi, yang datang dari keluarga kaya. kurang lebih 2 jam Hari bermain Play Station 2 (PS2). satu per satu permainan ia coba, maklum jarang sekali ia bisa main PS dengan gratis. Setelah selesai bermain iapun pulang kerumahnya yang berada dibelakang komplek rumah Andi. Di perjalanan menuju rumah, Hari bergumam dalam hatinya, “andai saja aku punya PS2 seperti Andi, mungkin aku akan jadi anak yang paling bahagia”.

Keesokan harinya giliran Andi yang bermain di rumah Hari, tidak ada PS2 atau mesin permainan elektronik murah sekalipun. Andi hanya disuguhi Mie Instant yang dimasak oleh ibunya Hari, kemudian mereka bermain burung merpati kepunyaan Hari. Setelah asyik bermain Andi-pun pulang kerumahnya. Dalam perjalanan pulang, Andi bergumam dalam hatinya. “andai saja aku punya ibu seperti ibunya Hari, yang bisa memasakkan anaknya mie instant, mungkin aku akan jadi anak yang paling bahagia”.

Dalam sudut pandang yang berbeda, kebahagiaan akan memiliki arti yang berbeda. Kebahagiaan memang memiliki relativitas yang akan tergantung dari individu masing-masing. Bahagia menurut saya, belum tentu menurut anda, begitupun sebaliknya.